Kemplang Pedes

Friday, July 22, 2011

Hari ke 7

Hari ini genap satu minggu dari anakku, Ammar Fakhri Mubarok, membuka matanya untuk pertama kali d dunia.
Membayangkan apa yang kelak dia bisa lakukan dengan dunia yang semakin tua ini membawa suatu kenikmatan tersendiri, walau hanya dalam khayal.
Fakhri, begitu kami memanggil namanya dengan sayang, habis kontrol ke ddokter tadi sore. Beratnya yang turun 2 ons dari saat dia lahir sempat membuatku cemas. Untunglah istriku menenangkan.. "itu hal biasa, anak bayi memang bb nya akan turun di minggu pertama dia lahir karena penyesuaian kondisi dengan alam lingkungan barunya.."
Ow, gitu toh. Alhamdulillah, ga tega banget kalo sampe dia knp2. Tubuh mungilnya itu lho .. tetap sehat dan tumbuh cepat ya dek!
Published with Blogger-droid v1.7.4

Labels:

Monday, December 1, 2008

Social Networking Ituh... =))

Hari senin itu tak disangka tak dinyana saya mendapatkan tawaran cukup menggiurkan dan bikin jantung deg-degan *halah*. Apakah itu? Saya harus mengisi dengan sukacita sebuah acara di TV lokal bersama dengan seorang blogger nan kondang bernama Tikabanget.


Saya didaulat menjadi seorang 'pengamat internet' (maksudnya suka mlongo kalo liat Internet) yang punya ekspertasi tentang social networking. Persiapan yang mepet membuat saya dan tika yang sudah habis-habisan (alias kehabisan bahan buat ngomong) menjadi tersentral pada Friendster (FS) dan Facebook (FB) saja. Padahal, sodara2x, yang namanya social network service itu banyak banget. MySpace, Orkut, Hi5, Cyworld, Mixi, Dodgeball, Plurk, Twitter, LiveJournal, de el el. Belum lagi yang berkaitan dengan aktifitas2 tertentu. Ah, ternyata bahkan banyak hal yang belum kami gali di acara itu.

Begitu asyiknya fenomena social network bagi para netter (pengguna Internet) ini sampai-sampai dapat mengalahkan dominasi situs p*rn*.

Kalau dilihat dari definisinya, sebuah situs dikatakan memberikan layanan social network apabila :
1. Anda bisa membangun account profile pribadi Anda, seperti memberi foto, alamat, dsb (meskipun tidak perlu bisa semua)
2. Nah ini yang terpenting, Anda bisa menambah account profile orang lain menjadi berhubungan dengan Anda, sebagai teman (yg paling umum), fans, relasi bisnis, dll
3. Anda bisa menjelajahi account profile yang berhubungan dengan account Anda tadi ke account-account yang lain yang berhubungan dengannya.

Dari definisi tersebut terlihat, bahwa situs yang tidak khusus membuka layanan social network juga bisa menjadi suatu situs social networking apabila memiliki sifat menghubungkan account dengan account lainnya. Sebagai contoh, dalam blog biasanya kita sering menempatkan Blogroll teman-teman kita.

Oleh karena fungsi dari social network service adalah untuk dapat menghubungkan banyak orang atau profile orang sebanyak-banyaknya itu, maka suatu social network service yang baik adalah yang memiliki banyak fasilitas untuk memperluas network nya sebanyak-banyaknya dan senyaman-nyamannya. Di sini pemilik layanan harus jeli melihat dimana letak mereka bisa 'memancing' terjadinya suatu profile menemukan profile lain yang berhubungan dengannya. Sebagai contoh di FS dan FB, kita dapat mencari teman dengan filter kampung, sekolah atau universitas yang sama dengan kita. Kalau mau membandingkan, maka FB lebih unggul dalam hal ini. Ini sedikit banyak menjawab kenapa FB yang lahir belakangan setelah FS berkembang lebih pesat dan menjadi nomer #1 di Eropa dan Amerika (selain karena kekayaan fiturnya). Kenapa di Asia khususnya Indonesia FS yang lebih top, saya kira karena tipikal orang Indonesia yang kurang mau mencoba sesuatu yang baru ketika sudah merasa nyaman di tempatnya.

Di titik tertentu, ketika jumlah valid member dan fasilitas yang ada sudah cukup, maka suatu layanan social networking menyimpan suatu potensi besar sebagai database member yang dapat kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Misalnya saya ingin mencari siapa sih yang memiliki hobi makan seperti saya. Bisa tuh memanfaatkan social network service buat curhat ttg tempat makan yang asyik, membangun komunitas omnivora, atau obese group hahaha.

Thanks berat ya tik, mau nemenin saya mensukseskan ni acara. Thanks juga untuk Momon dan Ogi yang udah bantu nyariin temen

Labels: , , ,

Wednesday, July 23, 2008

Yogya yang Dingin


Beberapa hari ini Yogya mulai dingin... dinginnya benar2 menusuk tulang dan mengganggu istirahat saya dan seluruh warga yang sedang tertidur lelap. Padahal esoknya badan ini akan kembali bekerja. Ada yang di kantor, di sawah, di pasar bahkan di rumah.

Saya jadi bertanya-tanya, ada apa nih kok Yogya seperti ini...? Belum cukupkah tidak adanya hujan belakangan ini mencoba kami?

Bangun pagi dengan kedinginan merupakan satu hal yang saya tidak suka. Tak cukup rasanya tidur semalam yang saya nikmati. Manalagi selimut sering pergi entah kemana.

Walhasil, hari ini kami telat semua bangunnya. Sampai mbak Tentrem yang biasa masak selesai jam 6.20, hari ini baru selesai 6.50! Sayapun sampai kantor lewat dari jam 8.00 dengan badan mulai linu-linu yang mudah-mudahan tidak lanjut menjadi flu dan sebagainya.

Lewat perenungan-perenungan dan mengingat-ingat masa-masa yang telah lewat, saya baru tersadar.. ini Bulan Juli!! Lho ada apa dengan bulan Juli? Jawab : Ada warga baru yang datang ke Yogya bernama mahasiswa. Jawaban yang aneh mungkin. Tapi coba perhatikan, kejadian ini selalu berulang tiap tahun, masanya ya pada bulan-bulan ini.. pada saat mahasiswa baru berdatangan ke Yogya. Kenapa begitu berkesan? Sebab saya mengalaminya. Juli-Agustus 1997... 11 tahun yang lalu. Anak mahasiswa baru bernama Muhammad Dedi Iskandar, menginjakkan kaki ke Yogya. Seolah ingin meng-ospek saya sebelum Ospek kampus dimulai, alam Yogya memberikan rasa dingin itu. Saya masih ingat waktu itu demam 3 hari karenanya dan saya masih harus cari makan ke warung sendiri, nyuci baju sendiri, dan... ke Puskesmas sendiri. Ahh.. kisah yang sangat indah, bukan begitu?

Labels: ,

Friday, October 19, 2007

Lebaran Nelat

Ini pertama kalinya kami sekeluarga karena alasan tertentu menjalani hari lebaran di Yogyakarta alias tidak mudik ke mana-mana. Ini juga untuk pertama kalinya lebaran kami sehari lebih terlambat ketimbang penduduk kebanyakan. Bagi kaum Muhammadiyah, yang menjadi komunitas mayoritas di Yogyakarta, penentuan hari lebaran sudah dilaksanakan jauh hari sebelum mendekati lebaran.

Ada beberapa alasan saya men-drive keluarga saya untuk berpuasa tetap 30 hari, yaitu :
1. Ulama-ulama di Muhammadiyah maupun NU (dua kaum mayoritas negeri) tidak sependapat tentang penentuan hari lebaran (1 syawal). Oleh karenanya kami pilih ulil amri sebagai penentu kebijakan. Kami sendiri tidak merasa sebagai umat Islam aliran kaum tertentu.
2. Walaupun kami akhirnya berlebaran di Yogyakarta, yang tentunya cukup akan merasakan getirnya berpuasa di tengah orang-orang yang sudah berlebaran dan kami bisa saja memilih untuk berlebaran dengan alasan mengikuti jamaah yang ramai, namun kami masih memiliki keragu-raguan seputar penentuan lebaran versi Muhammadiyah :
a. Penentuan lebaran sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, berarti perhitungan versi Muhammadiyah banyak didasarkan pada perhitungan matematis pada alam namun tidak melihat langsung kondisi alam secara aktual. Hal seperti ini seperti kita menentukan kapan masuk waktu sholat 5 waktu, apakah akan mengikuti tuntunan tertulis yang diulang tiap tahun (jam abadi) ataukah akan langsung melihat kondisi alam yang mendasari perhitungan masuknya waktu sholat? Apabila teknologinya memungkinkan, saya akan mengikuti alternatif ke dua, karena alam raya kita walaupun mengikuti sistem aturan tertentu dalam kerjanya saya percaya tetap terjadi pergeseran-pergeseran sampai hari kiamat nanti.
b. Dalam menentukan Idul Fitri, Muhammadiyah beberapa tahun terakhir selalu kurang sehari dari jadwal di kalender pemerintah. Tapi mengapa Idul Adha selalu bersama-sama? Kemudian bukankah dulu baik Muhammadiyah maupun NU selalu sama, apa yang menyebabkan perhitungan Muhammadiyah bergeser? Untuk hal ini saya kurang tau jawabannya.

Namun sekali lagi, apapun alasannya kami tetap menghormati keputusan kaum manapun untuk menentukan hari lebarannya. Termasuk kaum An-Nadzir di Sulawesi yang sudah kemarin berlebaran. Mudah-mudahan ada pembaca yang bisa kasih comment-comment tentang hal ini untuk menambah ilmu saya. Cuma rasanya agak getir saja melihat orang sedang bersuka cita sementara kita masih dalam perjuangan. Menurut Anda ada yang salah dengan keimanan saya? Yang pasti, saya kangen sekali dengan lebaran di Lampung yang selalu ada ketupat, rendang, opor dan kue-kue.

Labels:

Friday, February 9, 2007

Fajar dan Anak Tetangga

Yang sebelah kiri (baju biru) itu anakku yang pertama namanya Fajar. Kata among-amongnya (panggilan utk nenek di Lampung) dia mirip sekali denganku waktu kecil. Btw, yang sebelahnya namanya Aufa, anak tetangga depan rumah. Mereka berdua akrab sekali. Bahkan terkadang Fajar memakai bajunya Aufa dan sebaliknya. Aku cuma bisa berharap tidak ada penyakit yang tertular karena acara tukar2 baju ini (semenjak jadi peg. RS., aku jadi concern banget ttg kebersihan).

Seperti layaknya anak kecil seusia mereka, keduanya memiliki egoisme yang tinggi. Tapi, herannya dengan bersama mereka jadi lebih belajar berbagi. Setelah aku perhatikan, keliatannya mereka berbagi karena masing-masing merasa takut kehilangan yang lain. Wow, suatu pelajaran yang berarti dari seorang anak usia 3 tahunan.

Belajar terus anakku, tumbuhlah dengan sehat, bahagia dan berbagi.
Posted by Picasa

Labels: