Cari

Wednesday, July 23, 2008

Yogya yang Dingin


Beberapa hari ini Yogya mulai dingin... dinginnya benar2 menusuk tulang dan mengganggu istirahat saya dan seluruh warga yang sedang tertidur lelap. Padahal esoknya badan ini akan kembali bekerja. Ada yang di kantor, di sawah, di pasar bahkan di rumah.

Saya jadi bertanya-tanya, ada apa nih kok Yogya seperti ini...? Belum cukupkah tidak adanya hujan belakangan ini mencoba kami?

Bangun pagi dengan kedinginan merupakan satu hal yang saya tidak suka. Tak cukup rasanya tidur semalam yang saya nikmati. Manalagi selimut sering pergi entah kemana.

Walhasil, hari ini kami telat semua bangunnya. Sampai mbak Tentrem yang biasa masak selesai jam 6.20, hari ini baru selesai 6.50! Sayapun sampai kantor lewat dari jam 8.00 dengan badan mulai linu-linu yang mudah-mudahan tidak lanjut menjadi flu dan sebagainya.

Lewat perenungan-perenungan dan mengingat-ingat masa-masa yang telah lewat, saya baru tersadar.. ini Bulan Juli!! Lho ada apa dengan bulan Juli? Jawab : Ada warga baru yang datang ke Yogya bernama mahasiswa. Jawaban yang aneh mungkin. Tapi coba perhatikan, kejadian ini selalu berulang tiap tahun, masanya ya pada bulan-bulan ini.. pada saat mahasiswa baru berdatangan ke Yogya. Kenapa begitu berkesan? Sebab saya mengalaminya. Juli-Agustus 1997... 11 tahun yang lalu. Anak mahasiswa baru bernama Muhammad Dedi Iskandar, menginjakkan kaki ke Yogya. Seolah ingin meng-ospek saya sebelum Ospek kampus dimulai, alam Yogya memberikan rasa dingin itu. Saya masih ingat waktu itu demam 3 hari karenanya dan saya masih harus cari makan ke warung sendiri, nyuci baju sendiri, dan... ke Puskesmas sendiri. Ahh.. kisah yang sangat indah, bukan begitu?

3 comments:

  1. kalo dingin-dingin gitu enaknya ya males-malesan di rumah...
    andai masih mahasiswa...
    gak perlu ke kantor, bisa bolos ke kampus... waktu lebih fleksibel...
    :)

    ReplyDelete
  2. Hehe kalo itu soal UMPTN jawabannya B. Pernyataan 1 dan 2 benar, tapi tidak berhubungan...
    :)

    Di Dieng bahkan muncul embun es di musim begini.

    ReplyDelete
  3. O ya Bud? wah kalo aja salju yah.. anakku yg sulung pingin main salju. hehehe kebanyakan nonton kartun.. dulu waktu di safir ada snow world ga sempet maen, abis kirain snownya permanent ndak taunya cuma event sesaat. Tapi ndak papa la, anakku malah kubilangin: "kalo mo liat salju ya di luar negeri jadi harus belajar bahasa inggris yang rajin". Sekarang anakku termotivasi lagi ikut kiddy class di sekolahnya ^_^

    ReplyDelete