Cari

Wednesday, October 22, 2008

Mematikan Autoplay USB-Flashdisk/CD

Wah sudah lama gak membahas tentang per-virusan. Tapi karena banyaknya permintaan khalayak (halah!) coba kita diskusi kecil-kecilan mengenai pencegahan serangan virus dari removable drive (Flashdisk, MMC, CD, dsb).

Removable drive memang sudah menjadi sumber penularan virus-virus komputer terpopuler di Indonesia (yah you knowlah, secara bangsa kita belum sepenuhnya bersosialisasi dengan networking environment dan Internet masih menjadi barang mahal). Anda mungkin sudah berusaha menginstall anti virus terbaru, tercanggih, termahal (WOW.. 3000rupiah? *wink*)... tapi tetap saja setiap hari ada ribuan virus diciptakan oleh BADGUYS. Bagi para admin (baca: teknisi komputer kantor), mungkin Anda sudah berpeluh-peluh (AC-nya mati ya mas?) untuk menghilangkan virus komputer, mengembalikan environment windows back to normal, membuat aksi penyelamatan data yang heroik dan sebagainya... tapi hasil karya Anda itu mungkin akan hilang sudah ketika 1-2 hari kemudian user komputer tersebut mencolokkan ush-flashdisk berisi virus dan mulai menelpon ruang Anda lagi, seraya 'memohon-mohon' supaya segera datang karena gak bisa bekerja. Cape Deeh!

Oleh karena itu, mungkin yang dapat kita lakukan adalah mematikan fasilitas autorun dari removable drive. Bagi yang belum tau, autorun atau autoplay adalah fasilitas windows yang secara otomatis akan menjalankan file script bernama autorun.inf di flashdisk/CD anda. Nah, biasanya file autorun itulah yang disisipi perintah untuk menjalankan file virus yang sebenarnya. Hapus aja file autorun itu? Kan beres? .. Ya sementara beres, tapi virus yang akan disebarkan lewat flashdisk akan membuat lagi file autorun itu.

Oke dari hasil telusur Internet ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk mematikan autorun windows... (kebetulan yang saya gunakan windows XP). Dari mulai yang tergampang sampai yang 'hardcore' urutannya sebagai berikut :

1. Menggunakan software tweakUI

2. Menggunakan group policy editor

3. Mengedit langsung registry menggunakan regedit.

Menggunakan software TweakUI mungkin merupakan cara paling mudah dan user-friendly, tapi tidak paling 'murah'. Software tersebut harus di instal dulu ke komputer kita, karena tidak tersedia dalam CD master windows. Sementara, mengedit langsung ke registry tidak direkomendasikan untuk awam karena tidak 'user-friendly' dan dapat membahayakan sistem. So, cara kedua lah yang kita mau bahas di sini..

Cara ini sebenarnya cukup gampang kok. Klik start lalu Run lalu ketik gpedit.msc lalu tekan Enter atau OK.


Di jendela Group Policy tersebut, carilah Computer Configuration, lalu masuk ke Administrative Templates, dan dilanjutkan ke System. Nanti di jendela sebelah kanan cari setting yang berjudul Turn off Autoplay.


Dobel klik setting tersebut, lalu pilih Enabled. Pada opsi "Turn off Autoplay on: ", pilih All drives.


Setelah beres tekan OK.
That's It! Selamat mencoba mudah-mudahan berhasil ^_^

Sunday, October 19, 2008

Not Recommended for PNS

S'benernya udah lama sih, saya tergelitik untuk nyuplik tulisannya pak Romi ini.. tapi baru sekarang akhirnya saya merasa harus menyebarkannya hahahaha.. makasih Pak, atas ijinnya.


..menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:
  1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda
  2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.  
  3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk
    karyawan).
  4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi …
  5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis
  6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan
    nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas …
  7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.
  8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.