Cari

Saturday, November 29, 2008

Laman atau Halaman?

Beberapa tahun belakangan ini, kosa kata Bahasa Indonesia, terutama yang berhubungan dengan dunia maya Internet, mengalami pengayaan. Setelah kata unduh (download) dan unggah (upload) yang populer itu, saat ini mulai bermunculan kata-kata yang baru.

Berani, kesan itulah yang saya tangkap ketika Google, sebagai website yang menjadi acuan banyak netter, memberi istilah-istilah baru yang unik dan saya yakin masih banyak di antara kita yang asing dengannya.

Sebagai contoh kata "Laman", apakah ini kesalahan penerjemahan dari page? Bukankah seharusnya "Halaman". Saya mencoba googling dan menemukan websitenya Pak Wilson ini.

Istilah lain yang sering ditemui sehubungan dengan web site ini adalah
laman. Laman adalah halaman awal dari sebuah ranah. Misalnya, anda membuka
website www.unpad.ac.id, maka halaman pertama yang muncul disebut dengan beranda
muka, jika anda meng-klik menu-menu yang ada dan meloncat ke lokasi yang
lainnya, itu disebut laman web, sedangkan keseluruhan isi dari ranah tersebut
disebut situs web.

Hmmm.. nah Google sepertinya menerapkan dengan benar agak meleset, karena Google selalu menyebutkan setiap halaman web yang dia temukan sebagai Laman.




Menurut Pak Wilson, masih banyak istilah-istilah yang harus kita pahami agar bahasa kita bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. Berikut beberapa contoh istilah unik lainnya, yang saya temukan di Google Bar saja:

Patokbuku : Bookmark
Sembulan : Pop-Up
Nihilkan Cacah : Reset Counter?
Bilah Alat : Toolbar

Hihi lucu kan? (ups maap pak Wilson)

Lebih jauh lagi, saya setuju bahwa istilah-istilah baru yang telah disepakati ahli-ahli bahasa dari Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) ini harus disosialisasikan ke pengguna. Namun kembali, attitude dari bangsa kita yang tak jarang merasa tidak bangga dengan milik sendiri membuat kesepakatan ini menemui jalan terjal untuk mencapai tujuannya.

Saya adalah mungkin contoh yang buruk karena saya pribadi merasa sulit untuk membaca gmail saya apabila diset dengan language Bahasa (Indonesia). Bahkan, hal yang pertama saya lakukan ketika memiliki account Gmail adalah mengubah setting bahasanya ke English.

Bagaimana dengan Anda? Atau ada yang mau nambahin istilah-istilah itu?


11 comments:

  1. wekekekkeke malah jadi lucu
    gmail dan semua account ku basa inggris
    g ada hubungannya dg saya g cinta basa indonesia
    hanya sekedar lbh familiar

    ReplyDelete
  2. memang kalo didenger2 jadinya lucu...trus malah kayak ga nyambung.
    Ada tambahan yang udah lebih dulu terkenal, misalnya snack jadi kudapan, trus staples jadi pengokot, kata kerjanya kokot. Kata Mandra " Gw kokot bibir lu" hehe...

    ReplyDelete
  3. Sekarang saya sedang mengusahakannya, hape pake Bhs. Indonesia, browser2 dan situs saya set Indonesia. Kadang aneh memang, tp dg memakai kita terbiasa dan mgkn bs memperbaikinya. Saya prnh posting ttg salah terjemahan google,lalu direspon penerjemahnya dan dibetulkan.

    Di facebook ada Markah Buku, dan dulu WWW akan diterjemahkan Jejaring Jagad Jembar. :-D

    ReplyDelete
  4. wah, saya baru tau kalau ternyata nggak ada yang namanya salah penerjemahan ya

    ReplyDelete
  5. @cebong: itu dia intinya, akhirnya kita ga familiar dengan bahasa ibunya sendiri
    @redi: yay betul, kudapan itu mungkin kata aneh pertama yang saya dengar... kayaknya udah lebih dari 10 tahun yang lalu. Mengudap hehehe.. O mai gat mungkin maksud mandra "gw cokot bibir lu" lebih make sense ^_^
    @bootdi.r: di mana bisa menghubungi penerjemahnya om bud? di blognya pak Wilson WWW disepakati untuk diterjemahkan dengan kepanjangan Waring Wera Wanua.. saya kira supaya tetap WWW bukan JJJ (Jejaring Jagad Jembar).. yeah sounds like: 'Anjungan Tunai Mandiri'
    @rainturb: ahli bahasa memang menjadi hukum di sini :)
    @rainturb:

    ReplyDelete
  6. Penerjemahnya yg menghubungi saya, mgkn dia searching eh mencari trus ktm postingku. Terjemahan posting apa? :-)

    ReplyDelete
  7. Bener banget, bahasa Indonesia harus menjadi raja di negera sendiri……tapi istilah-istilah diatas memang terdengar lucu dan aneh….menurut saya pribadi lebih enak dan lebih cepet mengerti jika menggunakan bahasa inggris (untuk kata-kata yang belum umum untuk dibahasaindonesiakan) ……tapi bagaimanapun, perjuangan para ahli sastra Indonesia patut diancungi jempol

    ReplyDelete
  8. iya.. tapi masak stapler jadi "pengokot"? dari kata dasar kokot??apa nggak ada kata lain yang lebih kreatif?(kokot terdengar seperti cokot yang artinya menggigit)Temen2 kantor sih nyebutin stapler dengan istilah "jepretan"hehe..
    lalu alasan kata halaman diubah menjadi laman kenapa?biar lebih singkat gitu ngucapinnya?
    Lalu counter diartikan dengan kata cacah, counter kan penghitung, berarti apa boleh kita mengatakan "alat cacah waktu" sebagai definisi dari stop-watch? Dalam hal ini kata cacah berarti pelaku hitung dimana tidak memerlukan awalan peng- ?

    ReplyDelete
  9. bener banget.. sulit memahami bahasa terjemahan internet.. T.T mendingan pake bhs inggris sekalian.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete