Cari

Tuesday, February 3, 2009

Hidup Baru...

Perpisahan memang tak mengenakkan. Apalagi dengan sesuatu yang telah menemani saya selama selama lebih dari 10 tahun belakangan ini. Demi sesuatu yang saya rasa lebih baik untuk hidup saya, mulai kemarin, saya memutuskan untuk meninggalkan dia.

Seperti halnya kejadian sejenis, perpisahan kamipun bukan tidak menemui banyak tantangan. Mulai dari kerinduan karena saya selama ini telah nyaman bersamanya, sampai jatuh bangunnya saya dengan kondisi yang baru.


Selamat tinggal Wind*ws, begitu saya berucap terhadap operating system (OS) buatan Micr*soft yang tidak pernah saya beli namun telah saya gunakan bertahun-tahun. Bukan, bukan saya akan tidak mau menyentuhmu lagi. Namun ini adalah masalah komitmen, komitmen yang akan membuat saya merasa dalam posisi lebih nyaman, tenang, dan merdeka. Sekaligus penuh semangat.

Hehehe cukup sudah puitisnya. Ya para pembaca, saya sudah jenuh dengan si dia itu, apalagi perkembangan virus-virusnya karena vulnerabilitas dari sistemnya. Kemarin secara resmi, komputer kerja saya hapus sistem operasinya dan mulai menginstal Fedora Core 10, suatu distro dari Linux. Kenapa Fedora ? Gak tau juga, cuma ikut-ikutan aja. Jujur aja idenya dari Mr. BP yang menjadikan distro Fedora sebagai OS komputer rumahnya. Menurut logika saya, kalau suatu distro dipilih untuk dijadikan OS komputer rumah tentu ada aspek 'user-friendly' di sana, sesuatu yang dibutuhkan bagi newbie Linux seperti saya. Ya, mudah-mudahan saja benar. Dan ternyata gak juga wahaha. Saya mohon petunjuknya dari guru-guru dan linuxer semua. pls.. pls.. pls..

1. CD Distro saya pinjam dari teman sekantor saya cah_gardoe. Menurut dia, distro ini lengkapnya 6 CD, tapi 4 CD saja katanya sih sudah cukup. Setengah percaya saja saya turuti kata-katanya. Bismillah. Just install it baby yeah!
2. Boot from CD berjalan baik dan lancar. Configure harddisk. Buat root mountpoint "/" pada sda1 yang di windows terbaca C:. Sebagian 5GB dari C: tersebut yang saya jadikan partisi swap (kegedean gak ya). Format the partition! Good bye wind*ws!
3. Kemudian tibalah saat setting-menyetting. Milih-milih aplikasi.. Hmm.. inget kata-kata rian temen kosku dulu, kalo buat pemula yang penting jalan dulu. Pilih saja semua dan start!
4. Instalasi dimulai, wow modul yang akan diinstal sampai 1000 lebih! Saya tinggal komputer kerja saya dan nebeng di komputer temen yang lain yang sedang nganggur. Kebetulan pakainya UBuntu. Sambil berselancar mencoba merasakan nikmatnya interface GNomenya UBuntu.
5. Masalah kecil muncul. Ketika saya kembali ke komputer kerja, program installer meminta CD kedua. Tapi ya ampun, itu CD gak mau keluar. Gimana nih, apa program installer gak bisa melakukan unmount pada CDROM drive saya? Saya keluarkan senjata rahasia, klip berukuran standar yang diluruskan kakinya! Kemudian si klip malang itu saya colok-colok di lubang pembuka darurat pada CDROM drive. Berhasil juga! Dengan mengeluarkan suara-suara aneh karena perbuatan saya tadi termasuk pemaksaaan sementara dia masih berputar, si CD bisa dikeluarkan juga. Ketika CD kedua dimasukkan, awal-awal CDROM drive tidak mau membaca CD tersebut. Sepertinya ada sesuatu yang belum 'klik' pada mekaniknya. Saya coba dorong-dorong, cowel-cowel, pencet-pencet tu CDDrive. Beberapa saat kemudian, alhamduillah jalan juga!
6. No 5 diulang setiap ganti CD sampai CD #4
7. Instalasi selesai, setting password, user normal dll. Lancar!
8. Cek-cek sebentar, langsung ke bagian yang paling penting. Setting network untuk mendapatkan Internet akses! Bagian ini menjadi bagian tersulit dan terlama dalam kisah saya bersama Linux hari ini. Applet program untuk mengkonfigurasi network pada XWin tidak berjalan sesuai keinginan. Sebagai contoh ketika saya ketik NetMask 255.255.255.0, kalau di tekan tombol OK, berubah lagi mengikuti nilai IP Address gatewaynya.. Bener2 harus sabar!Cah_gardoe saya tanyai, apa Fedora Core 9 seperti ini juga? Katanya tidak. Woalah, apakah ini beta version ya?? Kok bug ada di bagian aplikasi sepenting ini ini.
9. Jam 15.38 sore (lewat 1jam 8menit dari waktu jam pulang kantor), saya berhasil mengakses Internet untuk pertama kalinya lewat Linux. Alhamdulillah, selamat, Ded!

9 comments:

  1. Duh, kapan ya aku bisa pulang jam 14.30.... :(
    (curcol)

    ReplyDelete
  2. Hahaha om Bootdir lagi musim curcol nih... ^_^, Kapan ya om? Ya ntar kalo dikau masuknya 6 hari kerja hihihi.

    ReplyDelete
  3. wah lum pernah pake linux.. hik hik hik... ga tahu cara instalnya :D

    ReplyDelete
  4. Edit disini aja tin kalo buat setting IPnya :
    /etc/rc.d/rc.inet1.conf
    Soalnya kalo lewat netconfig atau gui mode gitu suka balik lagi kesettingan awal,enakan lewat terminal. Btw, horeeeee atin berlinux riaaaa congratz congratz... :D

    ReplyDelete
  5. [root@dedi rc.d]# ll
    total 64
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:48 init.d
    -rwxr-xr-x 1 root root 2596 2008-11-11 23:59 rc
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc0.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc1.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc2.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc3.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc4.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc5.d
    drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-02-04 09:52 rc6.d
    -rwxr-xr-x 1 root root 220 2008-11-11 23:59 rc.local
    -rwxr-xr-x 1 root root 23774 2008-11-11 23:59 rc.sysinit

    ga ada tuh rc.inet1.conf???

    ReplyDelete
  6. kalo di fedora core 10, semua konfigurasi network ternyata ditaroh di /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-Intranet

    Termasuk dns client, tinggal nambahin entri
    DNS1=....
    DNS2=...
    dsb dsb

    ReplyDelete
  7. congratulation... :)

    sempet beberapa kali nginstall linux..
    tapi gak pernah kepake... :D

    ReplyDelete