Cari

Wednesday, December 10, 2008

Great Service Innovation, Danamon

Saya terkesan dengan inovasi terbaru dari Danamon dalam memanjakan konsumennya. Boleh jadi, ini adalah terobosan pertama di Indonesia (setahu saya sih). Bukan, bukan antrian yang menggunakan sistem komputer untuk memanggil nasabah yang hendak melakukan transaksi langsung di teller/cs. Itu sih, udah kuno. (Walaupun bank itutuh kepunyaan konglomerat babah XXXXX masih pake cara kuno untuk membuat sistem antrian.. "berdirilah sampai antrianmu sampai" (gak keitung deh orang yang pingsan di antrian bank itutuh.. ibu hamil, lansia, mereka yg punya penyakit rematik, dll)).

Nah, sekali lagi ini adalah buah kejelian dan memposisikan diri pada posisi konsumen yang dilakukan Danamon.  

Siang ini, seperti biasa, saya bermaksud menyetor sejumlah uang ke Bank Danamon (jangan nuduh dulu.. ini bayar kridit hihihi). Ketika hendak menulis slip, tiba-tiba Pak Satpam mendatangi dan mempersilahkan saya untuk tidak usah menulis slip, melainkan langsung menuju meja teller. Sambil bengong style saya tanya "ga ngisi ini dulu, Pak?" sambil nunjukin slip. "Sekarang langsung saja Pak, silahkan" jawabnya.  Sampai meja teller, si mbak dengan senyum manis membuka pembicaraan .. :
Mbak Teller (MT) : "Selamat Siang, ada yang bisa dibantu, Pak?"
Saya : "mmhh.. ini, mo setor, mbak" (sambil nunjukin buku tabungan)
MT : "baik, mau setor berapa, Pak".
Saya : "xxxxxx, mbak"
MT : "oh, baik silahkan mari uangnya saya hitung sejumlah XXXX tadi"
Saya : "ini mbak"

Kemudian MT menghitung uang setoran saya dan setelah pas, dia mengambil buku tabungan saya, mengeprint bukti konfirmasi transaksi dan buku tabungan tadi. Saya tanda tangan di bukti konfirmasi transaksi tadi (pengganti slip ituh) dan selesailah pekerjaan transaksi ini.

Mantaplah, kalau dipikir-pikir pekerjaan menulis-nulis di slip sebelum transaksi memang sesuatu yang kurang efektif di jaman sekarang ini. Setelah ditulis pun, slip transaksi tersebut harus mendapat print validasi dari komputer. Lalu kenapa gak sekalian saja di print sak-slipnya tersebut dan nasabah tinggal tandatangan seperti yang dilakukan Danamon? Tentu sangat menghemat waktu dan tenaga. Belum lagi dengan menulis di slip terkadang saya mengalami kendala, seperti :
  1. Salah tulis, kertas diremas2 lalu dibuang ke tempat sampah. Boros euy.
  2. Tidak ingat ini tanggal berapa, cari-cari tanggalan, kalo ndak ketemu ambil HP dari dalam saku untuk melihat sekarang tanggal berapa. *gejala pikun dini bersama*
  3. Banyaknya isian yang harus dilengkapi. Lebih jauh lagi, seperti terjadi di mana-mana, terkadang suatu blanko yang dibuat sebenarnya tidak perlu ditulis semuanya. Terkadang ada isian-isian tertentu sudah tidak digunakan lagi oleh institusi tersebut tapi malas tidak mengubahnya dan tidak diberitahukan ke konsumennya. (biarin aja kali konsumen gak tau ini)
  4. Bolpen habis, macet, atau tinta meluber kemana-mana.
  5. Saking ramenya nasabah, mau nulis harus ngantri bolpen.

Nah dengan perubahaninovasi ini (mudah-mudahan bukan hanya ujicoba), kelihatan kan banyak sekali kendala nasabah yang bisa diatasi. Ditambah lagi bank dapat mereduce biaya kertas slip, bolpen, space ruang untuk menulis slip. Berikutnya, slip/konfirmasi pembayaran yang tercetak dengan komputer tentu lebih readable dan valid dibanding menulis dengan tangan. Cukuplah nasabah tandatangan persetujuan bahwa slip tersebut sah.

Ok, Danamon. Thank you for this good experience you gave me and thank you for being my (customer) friend. 

And for Bank Itu-tuh tadi... You should be ashame! *dongkol mode*

10 comments:

  1. wheheheheh udah lama g nyetor duit hikz, diriku pke mandiri ama bni g tau deh skrg ky gmn

    ReplyDelete
  2. wah kok sama, lama gak nyetor duit, gak ada yang mau disetorin. terus inget, lama gak ketemu mbak Teller manis dengan senyumnya...maksudnya mbak Teller dengan senyum manisnya... :D

    ReplyDelete
  3. la monggo.. bapak ibu silahkan ambil kridit KPR atau kendaraan. Ditanggung tiap bulan ketemu mbak teller.

    ReplyDelete
  4. btw, g nyetor lama gak papa kok. yang penting narik terus, gitu to? :D

    ReplyDelete
  5. menunggu giliran dipanggil adalah hal yang paling membosankan...

    ReplyDelete
  6. setuju bu, apalagi kalo pake berdiri nambah lagi penderitaan kita, udah bosen, capek, becek ga ada ojek

    ReplyDelete
  7. wah jangan jangan mboke rangga juga dibeginiin nih

    (mboke rangga kan teller)

    ReplyDelete
  8. nice story bos... layanan perbankan memang lebih maju satu langkah soal servis dari pada layanan bidang yang lain.

    ReplyDelete
  9. suwung: welah rangga mana yak? rangga AADC? *halah*
    cheluz: ok bos
    ario: ho oh, soale sarang duit hehehe

    ReplyDelete