Cari

Thursday, August 14, 2008

Liga Super Indonesia... *sedih*

Banyaknya pertandingan yang digelar tanpa penonton karena daerah homebase yang tidak sama dengan klub asal adalah kenyataan yang pahit buat persepakbolaan negeri kita. Alih-alih ingin mewujudkan "MENUJU SEPAKBOLA INDUSTRI PROFESIONAL", standar yang diaplikasikan PSSI untuk pesertanya mengenai homebase terkesan dipaksakan.

Ambil contoh PSMS Medan yang harus pindah homebase di Gelora Bung Karno karena Stadion Teladan, Medan tidak memenuhi standar yang ditetapkan PSSI. OK, persyaratan stadion jadi terpenuhi. Namun, klub tersebut jadi kehilangan pemasukan tiket dan, yang paling penting, fanatisme pendukung sebagai dasar dukungan moril dan motivasinya. Sebaiknya nama PSMS diubah menjadi PSMS Jakarta atau PSMSJak.

Barangkali hanya di negara kita yang klubnya mau mengikuti kompetisi tanpa penonton sepanjang musim. Sungguh menggelikan :) Mudah-mudahan dari balik terali, sang ketua PSSI masih bisa menonton kondisi pahit ini.

1 comment:

  1. satu lagi bukti begitu jomplang nya ibukota dan daerah-daerah...

    ReplyDelete