Cari

Friday, August 1, 2008

Kabaret, Ketawa Mikir

foto : Tim Kabaret, dengan Limbik (paling kanan) sebagai tokoh favorit saya yang lucu, unik, punya inner-beauty tapi GARING

Tadi malam untuk kesekian kalinya MetroTV menayangkan Kabaret, sebuah pementasan teater di TV. Terus terang, saya agak bosan menontonnya. Saya pribadi memang belum pernah nonton teater langsung.. tapi rasanya aneh saja menonton pengemasan teater di televisi seperti ini. Mungkinkah karena saya belum bisa memahami letak point-of-interest-nya? Seperti dulu ketika saya belum bisa memahami musik ska? Atau memang tv-teater termasuk tontonan berat?

Sebagai penikmat komedi yang dapat menghibur kepenatan sehari-hari, lelucon-leluconnya sungguh kering (sekering ucup kelik.. lebih kering malah) untuk kelas orang yang mau melucu dan sayangnya hal itu diekspos terus-terusan dengan mimik wajah yang dilebih-lebihkan. Coba lihat audien yang hadir di sana, terlihat sedikit mereka yang mencoba tertawa sambil mikir.. tapi kebanyakan yang ndak bisa menangkap maknanya, ya gak tertawa!. Aduh, apakah mereka ingin mencerminkan dunia ini yang penuh sandiwara?? Bukankah keasyikan dari sebuah tontonan bersama adalah bisa tertawa bersama, sedih bersama, tegang bersama??? Sungguh unik kalo tidak bisa dibilang aneh bin ajaib :)

PS: Namun demikian, ada satu hal yang membuat saya masih sesekali pindah channel ke Metro yaitu edukasi politiknya dengan menonton lelucon ndak lucu tadi sebagai harga yang harus dibayar.

1 comment:

  1. atin endut, kapan kurus??

    ReplyDelete