Cari

Tuesday, October 27, 2009

Penipuan Berkedok Pemberian Dana untuk Dosen

Harap sejawat dosen terutama dari PTS mewaspadai penipuan berkedok pemberian dana (biasanya 20 juta rupiah) untuk mengikuti suatu acara. Berikut modus yang penipuan yang kami temui :

1. Pertama kita ditelpon orang yang mengaku Kabag TU Kopertis. Dari sana Pak 'Kabag' tersebut meminta kita untuk menelpon Ketua Kopertis karena ada hal yang penting akan dibicarakan. 'Kabag' tersebut kemudian meng-sms nomer HP 'Ketua Kopertis' tersebut.
2. Seorang dosen biasanya akan langsung menurut untuk menelpon karena dosen secara administratif berada di bawah kopertis. Dari menelepon 'Ketua Kopertis' tersebut nantinya kita akan diberitahu secara sekilas tentang adanya seminar dari DIRJEN DIKTI yang diadakan di Jakarta dan kita diminta untuk menelpon langsung Bapak 'Dirjen'. Kembali 'Kabag' gadungan tersebut akan mengirimkan nomer telpon Dirjen DIKTI tersebut. Nomer ini cukup meyakinkan karena menggunakan nomer telpon PSTN berkode 021 diikuti dengan extension. Selain nomer telpon tersebut, diberikan juga nomer HP nya.
3. Seperti sudah diduga, biasanya dosen akan menghubungi nomer 'Dirjen' tersebut. Pak Dirjen kemudian menjelaskan secara rinci, acara, tema, agenda, kemudian yang paling menarik, dana yang diberikan. Pada kasus kami, dana tersebut berjumlah 20 juta dan dikatakan dana tersebut agar digunakan untuk transportasi PP, akomodasi 3 hari dan pembelian baju safari 2 setel, sisanya boleh dimiliki untuk oleh-oleh. Pak 'Dirjen' akan mengatakan bahwa dana tersebut langsung akan ditransfer ke rekening kita karena menghindari adanya pemotongan dana oleh pihak-pihak lain.
4. 'Pak Dirjen' kemudian meminta kita untuk mencari ATM terdekat untuk memproses pencairan dana. Sampai disini kami tidak melanjutkan untuk mengikuti petunjuk dari Pak 'Dirjen' tersebut karena sudah berbau ATM dan sebangsanya yang biasa menjadi modus operandi penipuan.

Pada hari yang sama sejumlah rekan kami dari sekolah tinggi yang sama juga mengalami kejadian serupa dan penipu-penipu tersebut membawa nama asli dari Ketua Kopertis dan Dirjen DIKTI (Bpk Fasly Djalal) berikut gelar lengkapnya sehingga kami berkesimpulan bahwa penipu ini sangat profesional.

Semoga menjadi perhatian dan keprihatinan kita semua.


PS: Ada sejawat lain yang berani mengikuti permainan sang 'Dirjen' tersebut. Anda dapat membacanya pada postingan berikut : http://angsagd.wordpress.com/2009/02/. Melihat tanggal postingnya maka didapat kesimpulan lain bahwa pelaku sudah cukup lama melakukan hal ini sehingga bisa dikatakan sudah semakin lihai.

Sunday, October 11, 2009

Ngajar Lagi..


Setelah memasuki masa istirahat yang panjang karena liburan semester dan lebaran, akhirnya kegiatan ajar-mengajar saya akan mulai lagi minggu ini. Saya berharap dapat memberikan materi dengan baik dan dapat diterima dengan baik pula.

Semester ini mata kuliah yang saya ampu adalah seputar Keamanan Komputer. Ini adalah matakuliah baru bagi saya. Entah kenapa saya memilih mata kuliah ini, apa karena memang saya concern dengan aspek keamanan komputer ini ataukah hanya karena 'isakuiki'? Hehehe..

Hanya 3 pokok masalah yang akan dibahas di kelas:
1. Pengantar keamanan komputer .. latar belakang kenapa harus ada keamanan, jenis-jenis, tipe-tipe, kategori-kategori, aspek-aspek, istilah-istilah dsb dsb.. Intinya meningkatkan awareness mahasiswa tentang pentingnya komputer untuk diamankan.
2. Kejahatan komputer. Bahasan yang ini ditujukan agar para mahasiswa paham tentang bentuk-bentuk kejahatan komputer.
3. Hardening system. Setelah mengetahui beberapa bentuk kejahatan, tentu mahasiswa diharapkan memiliki gambaran tentang teknik-teknik meningkatkan keamanan sistem.

Untuk rincian masing-masing bahasan, saya belum dapat memastikan. Masih sambil cari-cari formula terbaik, karena mahasiswa berasal dari jurusan Sistem Informasi yang lebih diarahkan ke manajemen sistemnya. Termasuk juga bahasan tentang kriptografi, apakah perlu disampaikan ya.. Emm.. ada usulan mungkin?

Wednesday, September 30, 2009

Kelemahan Windows (XP) yang Sering Dimanfaatkan Virus

Dan oleh karena itu harus kita tutup, matikan, hilangkan saja!

  1. System Restore, yaitu suatu fasilitas yang digunakan untuk mengembalikan sistem operasi yang tidak stabil kembali ke suatu "restore point" tertentu beberapa hari di belakang hari ini. Sayangnya fasilitas ini kemudian dimanfaatkan untuk melestarikan virus-virus yang masuk dengan cara menginfeksi "point-point restore" tersebut. Cara mematikan klik disini
  2. Folder sharing (yang di set Read-Write/Full), yaitu suatu fasilitas yang dapat digunakan untuk mengakses suatu file di komputer tetangga dalam jaringan fisik dan subnet yang sama. Asiknya, kita bisa mengerjakan file yang tersimpan di suatu komputer dari komputer manapun dalam jaringan yang sama. Sayangnya, dengan adanya folder sharing yang diset full ini, virus dapat merajalela untuk meletakkan file perangkapnya maupun langsung menginfeksi file kerja yang ada. Saya pernah berkeluh kesah tentang ini di sini.
  3. Autoplay/Autorun pada removable drive, yaitu fasilitas windows yang memungkinkan sistem operasi secara otomatis menjalankan file skrip autorun.inf pada drive-drive removable (CD, flashdisk dll). Gampang kan kalo mau jahat? File autorun tinggal disuruh aja untuk menjalankan file virusnya. Cara mematikan klik di sini.
  4. User Profile yang tidak diberi password, terutamanya Administrator. Cara memberi password sudah pernah saya bahas di sini.
  5. Port-port RPC terbuka yang tidak diperlukan, sudah sering dimanfaatkan beberapa masterpiece virus, seperti Conficker dan Nimda

Masih ada beberapa lagi.. Anda mau menambahkan?

Monday, September 28, 2009

Conficker, Pembuat Rewel Jaringan dan Komputer


Nama virus Conficker/Downadup/Kido mungkin telah lama dikenal oleh para pembaca. Tapi efek dari virus ini tetap terasa sampai sekarang. Ya, virus/worm jahanam ini menggunakan teknik2 yang cukup berbeda dari virus-virus lain yang bertebaran di jagad negara kita ini. Dalam lingkungan komputer berbasis jaringan windows, virus ini semakin menggila apabila workstation belum diperlengkapi patch-patch yang dikeluarkan Microsoft. Ya, virus ini bisa menginfeksi lewat port-port tertentu (disamping (default admin share), jadi tidak hanya lewat folder share biasa.

Folder share tidak bisa dibuka, tidak bisa update anti virus (DNS record ke website anti virus diblock oleh virusnya), printer sharing bermasalah, jaringan sering putus adalah masalah yang sering dihadapi korban, disamping efek umum lain seperti kinerja komputer lambat dan lain-lain.

Berikut beberapa langkah untuk menjaga/membersihkan sistem komputer Anda dari Conficker :


  1. Siapkan remover Conficker klik di sini dan patch Windows terkait Conficker klik di sini .
  2. Bila memiliki Anti virus, sebisa mungkin update lah anti virus Anda,Kemudian scanlah seluruh sistem.
  3. Setelah siap, jika Anda terhubung dengan jaringan, lepaskan saja kabel jaringannya sementara. Pokoknya putuskan hubungan dengan jaringan.
  4. Matikan sistem restore. Klik Start Menu - Programs - Accesories - System Tools - System Restore - Klik System Restore Setting - Centang/Klik Turn Off System Restore on all drives, lalu klik tombol OK. Lebih jelas Anda bisa juga melihat caranya pada link ini.
  5. Scan dan lumpuhkan Conficker dengan tool remover conficker.
  6. Setelah selesai, jalankan patch windows yang berkaitan dengan Conficker tersebut. Patch ini bertugas menutup lubang-lubang port jaringan yang dieksploitasi virus Conficker tersebut.
  7. Selesai, restart komputer. Masuk ke Safe Mode kemudian cek dan set password Administrator komputer kita.
  8. Matikan autoplay/autorun pada komputer kita.
  9. Agar lebih aman sebaiknya kita mengaplikasikan juga Deepfreeze pada komputer.
  10. Berdoalah. ^_^

Memberi Password untuk Administrator pada Windows, Langkah Sederhana yang Penting!


Pada sistem Windows (terutama XP), seringkali orang tidak memberi password pada user Administratornya. Hal ini dikarenakan pada instalasi Windows XP, pemberian password Administrator BISA dilewati (NEXT saja).

Kelemahan ini bener2 dimanfaatkan oleh orang iseng (baca: pembuat virus, worm dan benda-benda terkutuk lainnya), untuk mengeksploitasi Windows kita terutama melalui jaringan (Admin Share).



Celakanya, jika kemudian orang yang menginstal Windows tersebut menambahkan userprofile (dan ini biasanya kasus yang sering terjadi), maka user Administrator tidak akan dimunculkan pada pilihan User Profile yang ada (jika menggunakan welcome screen). Bahkan jika hanya ada satu user yang ditambahkan dan tanpa password, maka Windows XP akan langsung masuk (LogOn) ke Desktop.. Artinya pengguna digiring untuk tidak perlu tahu bahwa ada sesuatu yang bernama userprofile.

Lalu bagaimana mengatasinya? Ya salah satu caranya adalah dengan memberi password pada user Administrator kita. Ok, tapi kan user Administrator saya tidak nampak? Gampang, masuk saja ke safe mode, nanti kita dapat melihat user Administrator tersebut pada Control Panel - User Account. Setelah itu tinggal ganti saja passwordnya dengan password yang sulit ditebak orang lain. Ingat SULIT DITEBAK lho ya.. karena beberapa pembuat virus menggunakan kamus kata-kata yang sering digunakan oleh orang yang malas membuat password yang sulit.

Untuk mengeset password Administrator sebenernya ada juga sih cara lainnya. Coba klik di sini. Mana yang lebih simpel? terserah Anda saja yang menilai hehehe..

Hmm.. benar-benar sederhana yang sering kita lupakan ya?

Thursday, June 18, 2009

Blue Screen di Instalasi XP untuk Laptop Compaq Presario CQ40

Minggu ini saat menginstall Windows XP di laptop seorang kerabat, saya terkaget karena selalu mendapatkan layar Blue Screen of Death (BSOD) ketika instalasi akan memasuki layar grafis dari Windows. Berulang-ulang dicoba masih begitu juga. Gonta-ganti CD (kali CDnya yang trouble) masih begitu. Pake CD non bajakan juga sama. Ada apa? Setelah muter-muter kesana kemari ternyata masalahnya adalah master keluarga Windows mulai XP kebelakang tidak support HDD dengan teknologi AHCI.

Terus piye?

Wednesday, April 1, 2009

Atlet CPNS

Di acara TV liputan olahraga favorit saya tadi pagi, muncul berita Pak Menpora mengangkat insan2 olahraga menjadi CPNS. Alasannya karena yang bersangkutan telah berjasa besar bagi negara.

Ah, ternyata benar. PNS saat ini sama saja dengan hadiah.

Duh Pak Menpora, kenapa tidak diberi sesuatu yang lebih mendidik, semisal paket usaha, mobil truck, lahan pertanian, kandang peternakan, atau gedung olahraga.

Sunday, March 29, 2009

Oi jangan bau dong...

Di era dimana produk parfum, deodorant, obat BB, sabun antiseptik yang sudah merajalela ini, saya masih bingung dengan teman saya Si Gambreng yang punya BB di atas rata-rata.

Mohon maaf, mungkin saya termasuk yang tidak bisa memahami kenapa Gambreng tetap membiarkan BBnya kemana-mana. Namun saya tetap menganggap orang-orang seperti Gambreng adalah sumber polusi.


Kenyamanan hidung buat saya adalah nomer 1. Okelah saya tidak sampai muntah ketika sedang pup di pagi hari. Tapi wangi tubuh menurut saya adalah hal yang wajib untuk kita dapat ngobrol-ngobrol dengan baik. Sadarlah Mbreng! Kamu adalah teman baikku dan kita dapat menjalani hari-hari yang lebih mengasyikkan bersama jikasaja kamu mau sedikit tidak bau. Mungkin ga perlu harus pake parfum atau deodorant yang mahal2... tapi cukuplah bedak BB semacam MBK gitu yang saat ini cukup murah meriah harganya.

Cilakanya, sekarang ini jarang orang dapat cara yang cukup pas untuk dapat mengingatkan orang seperti Gambreng untuk mengusir BBnya. Takut tersinggung, itu biasanya alasannya. Akhirnya yang ada kita cuma bisa ngrumpiin Gambreng itu dan menambah kacau suasana pertemanan.

Maukah Anda menolong saya untuk mencari cara mengingatkan Gambreng yang pas?


catatan : BB=Bau Badan

Thursday, March 12, 2009

Masalah-masalah monitor dan drivernya...

Sebel

Sudah berkali-kali beberapa pasien dengan platform OS windows XP masuk ruang operasi dan secara co-incidental mengalami symptom yang hampir2 sama. 

Symptom #1 :

Tiba-tiba display monitor jadi 'out of sync'. Biasanya itu artinya windows vga driver menyuruh monitor untuk menampilkan layar yang diluar kemampuan resolusinya. 

Symptom 2 :

Setelah logo Windows XP muncul dan akan masuk windows.. langsung blank hitam. Gak ada apa-apa, even cursor mousenya aja ga ada.



Buat Symptom #1 :

Kebanyakan layar monitor di Indonesia saat ini memiliki kemampuan tampilan sebagai berikut :
640x480,800x600 dengan refresh rate upto 85Hertz
1024x768 dengan refresh rate hanya 60Hertz saja.

(data tersebut di luar monitor yang model wide dan monitor2 tertentu yang bisa sampai 1280x1024).

Refresh rate 60Hz artinya setiap detik layar monitor diupdate gambarnya sebanyak 60kali. Pernah gak pembaca menyadari?

Nah, saya juga kurang tau kenapa kok symptom ini sering terjadi, ya itu tadi, vga driver di windows diset melebihi kemampuan layar monitor. Misal 1024 x 768 dengan refresh rate 75Hz. Kecurigaan sih, karena (lagi-lagi) payload dari virus.

Untuk mengatasi, kita harus masuk safe mode. Caranya restart komputer, lalu pencet2 itu tombol F8 sebelum masuk gambar logo windows dengan indikator progress yang jalan itu. Kalo gambarnya udah muncul, berarti anda kurang cepet, restart lagi. Kalo berhasil nanti muncul menu Anda mau booting dengan Normal atau Safe mode dengan beberapa menu laen yang gak penting. Pilih aja Safe Mode dengan panah keyboard dan tekan Enter.

Kalau Anda beruntung bisa masuk safe mode tekan OK, kalau tidak berarti ada gangguan pada sistem kita karena virus, hardware bermasalah, atau sebab lain.

Nah setelah masuk di safe mode, langsung tekan menu Start dan Run. Ketik regedit dan tekan Enter. Kalo sudah masuk, cari Key : HKEY_CURRENT_CONFIG, trus System, CurrentControlSet, Control, VIDEO. Nah kadang dibawahnya lagi ada lebih dari satu subkey.. cari aja sampe nanti di panel kanan ada beberapa nilai Hexadecimal yang salah satunya bernama DefaultSettings.VRefresh. Kalo udah ketemu, dobel klik trus klik pilihan Decimal, nah Value Datanya liat deh.. kadang 75 atau 85. Ganti aja dengan 60. Kalau sudah tekan OK trus restart komputer sambil berdoa semoga berhasil.

Buat Symptom #2

Ni ada cara yang saya lakuin kemaren. Bisa berhasil bisa nggak, tergantung kita senasib apa nggak. Intinya menginstall kembali driver VGAnya.

Sekali lagi masuk safe mode seperti di atas. Kalo gak bisa safe mode, mending install ulang aja daripada pusing. Trus kalo sudah masuk, buka device manager dengan cara pake Start, trus Run.. ketik devmgmt.msc trus tekan OK. Cari Display adapters, trus di expand, dibawahnya akan ada nama drivernya VGAnya, nah klik kanan nama driver tersebut lalu pilih Uninstall. Ikutin proses Uninstal tersebut. Kalo sudah, restart windows secara normal dan kalo berhasil kirimin saya Sate Kambing dengan kuah Sop ya.

Wednesday, February 25, 2009

Tukang Pengeluh

Bener kata Ebong, pake Linux saya bener-bener pegel linux :). Sebagai seseorang yang datang dari negri Windows yang penuh kemanjaan, memakai Linux seperti masuk asrama tentara. Perlu rajin browsing ke forum-forum untuk cari info ini-itu.

Ada yang belum berubah semenjak dulu ketika muda (mang udah tua ya?) saya pernah coba-coba Linux juga. Interface 'berbau' Windows yang coba dibuat pengembang-pengembang Linux untuk membuat newbie-newbie seperti saya merasa nyaman masih belum bisa menggantikan kejelasan interface dari Windows. Alasannya saya kira karena Linux dibangun oleh banyak tangan, sehingga terkadang fungsi yang dibuat oleh seseorang menumpuk-i fungsi dari yang lain. Begitu juga support driver untuk peripheral-peripheral komputer, masih perlu jatuh-bangun untuk itu :)

Sebagai contoh untuk printer saya, belum tersedia driver resminya versi linux. Jadi setiap mau ngeprint saya harus main-main perintah di console :

[root@dedi dedi]# usb_printerid /dev/usb/lp0

agar si printer (HP Laserjet 1020) mau nyambung itupun masih harus main-main saklar on-off di printernya. Yah,

Untuk set IP-Address dan koneksi Internet (gateway, DNS), sayapun harus mengedit sendiri file konfigurasinya dengan perintah:

[root@dedi dedi]# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-Intranet

kemudian merestart network: service network restart.

Sementara itu fasilitas yang disediakan di menu system window Gnome gak berkutik (bahkan ada bugnya!) untuk mengedit file konfigurasinya.. bahkan kelihatannya konflik dengan Network Manager.

...

Teman-teman seperjuangan di kantor sudah berjatuhan dan satu persatu kembali ke Windows. Tinggal saya satu-satunya prajurit yang tersisa. Saya mungkin agak bisa memaklumi rekan-rekan gak kuat untuk ngelanjutin perjuangan ini. Karena kemudahan dan kenyamanan (sekaligus kerentanan dari virus hehe) yang diberikan Desktop Ms. Windowsnya sudah terlanjur menjadi kebiasaan buat mereka. Sampai saat ini, Alhamdulillah, saya masih bisa survive dalam keterbatasan ini... bebas dari virus dan merasa keren hahaha hmmm nyaman :)

*sambil melongo melihat temen-temen ngeprint dari driver printer resmi dengan cepat, maen CS, pakai Look@LAN, coding pake VB dan Delphi...*

Friday, February 6, 2009

Bagaimana Deepfreeze Bisa Ditembus Virus

Jawabannya : desktop.ini



File tersebut sejatinya adalah file setting windows untuk setiap folder yang dibuka di windows explorer. Contoh kecil, suatu folder bisa dikasih wallpaper, icon, warna-warni dst-dst. Belum tau caranya? Hehehe.. coba cari-cari ndiri di klik kanan pada suatu ruang kosong di dalam folder nanti ada kira-kira perintah customize this folder. Nah ubek2 deh di situ.

Nah, ternyata sekarang orang-orang yang keminter membuat virus mencoba mengeksploitasi celah ini. File tersebut diisi dengan perintah untuk menjalankan file lain yang merupakan skrip atau file induk program virus.

Trus apa hubungannya dengan DeepFreeze?
Yak, kejadiannya begini... DF kan diinstal hanya pada drive sistem (biasanya c), nah yang partisi data (atau d:) kan nggak tuh? Kejadiannya :
1. Komputer booting
2. Membaca sistem operasi (yang sudah 'diproteksi' DF).
3. DF mengambil alih handel baca-tulis harddisk
4. Komputer berjalan normal
5. Masuk windows
6. Anda buka windows eksplorer
7. Anda buka folder/drive data
8. Desktop.ini terbaca --> skrip virus dieksekusi --> sistem (dengan DF) terinfeksi.
9. Anda bekerja di bawah sistem yang terinfeksi dan siap menyebar dan menulari flashdisk dan file-file lainnya.

Lihat di sana, sistem operasi yang tersimpan di harddisk memang tetap clean. Setiap restart komputer kondisi awal juga memang clean. Tapi setiap kita buka folder data ya virus masuk.. walaupun sementara... sampai komputer di restart. Jadi tetap aja user pengguna berada dalam posisi kena virus.

Jadi gitu.. mudeng gak? hihihi mudah-mudahan.

Tuesday, February 3, 2009

Hidup Baru...

Perpisahan memang tak mengenakkan. Apalagi dengan sesuatu yang telah menemani saya selama selama lebih dari 10 tahun belakangan ini. Demi sesuatu yang saya rasa lebih baik untuk hidup saya, mulai kemarin, saya memutuskan untuk meninggalkan dia.

Seperti halnya kejadian sejenis, perpisahan kamipun bukan tidak menemui banyak tantangan. Mulai dari kerinduan karena saya selama ini telah nyaman bersamanya, sampai jatuh bangunnya saya dengan kondisi yang baru.


Selamat tinggal Wind*ws, begitu saya berucap terhadap operating system (OS) buatan Micr*soft yang tidak pernah saya beli namun telah saya gunakan bertahun-tahun. Bukan, bukan saya akan tidak mau menyentuhmu lagi. Namun ini adalah masalah komitmen, komitmen yang akan membuat saya merasa dalam posisi lebih nyaman, tenang, dan merdeka. Sekaligus penuh semangat.

Hehehe cukup sudah puitisnya. Ya para pembaca, saya sudah jenuh dengan si dia itu, apalagi perkembangan virus-virusnya karena vulnerabilitas dari sistemnya. Kemarin secara resmi, komputer kerja saya hapus sistem operasinya dan mulai menginstal Fedora Core 10, suatu distro dari Linux. Kenapa Fedora ? Gak tau juga, cuma ikut-ikutan aja. Jujur aja idenya dari Mr. BP yang menjadikan distro Fedora sebagai OS komputer rumahnya. Menurut logika saya, kalau suatu distro dipilih untuk dijadikan OS komputer rumah tentu ada aspek 'user-friendly' di sana, sesuatu yang dibutuhkan bagi newbie Linux seperti saya. Ya, mudah-mudahan saja benar. Dan ternyata gak juga wahaha. Saya mohon petunjuknya dari guru-guru dan linuxer semua. pls.. pls.. pls..

1. CD Distro saya pinjam dari teman sekantor saya cah_gardoe. Menurut dia, distro ini lengkapnya 6 CD, tapi 4 CD saja katanya sih sudah cukup. Setengah percaya saja saya turuti kata-katanya. Bismillah. Just install it baby yeah!
2. Boot from CD berjalan baik dan lancar. Configure harddisk. Buat root mountpoint "/" pada sda1 yang di windows terbaca C:. Sebagian 5GB dari C: tersebut yang saya jadikan partisi swap (kegedean gak ya). Format the partition! Good bye wind*ws!
3. Kemudian tibalah saat setting-menyetting. Milih-milih aplikasi.. Hmm.. inget kata-kata rian temen kosku dulu, kalo buat pemula yang penting jalan dulu. Pilih saja semua dan start!
4. Instalasi dimulai, wow modul yang akan diinstal sampai 1000 lebih! Saya tinggal komputer kerja saya dan nebeng di komputer temen yang lain yang sedang nganggur. Kebetulan pakainya UBuntu. Sambil berselancar mencoba merasakan nikmatnya interface GNomenya UBuntu.
5. Masalah kecil muncul. Ketika saya kembali ke komputer kerja, program installer meminta CD kedua. Tapi ya ampun, itu CD gak mau keluar. Gimana nih, apa program installer gak bisa melakukan unmount pada CDROM drive saya? Saya keluarkan senjata rahasia, klip berukuran standar yang diluruskan kakinya! Kemudian si klip malang itu saya colok-colok di lubang pembuka darurat pada CDROM drive. Berhasil juga! Dengan mengeluarkan suara-suara aneh karena perbuatan saya tadi termasuk pemaksaaan sementara dia masih berputar, si CD bisa dikeluarkan juga. Ketika CD kedua dimasukkan, awal-awal CDROM drive tidak mau membaca CD tersebut. Sepertinya ada sesuatu yang belum 'klik' pada mekaniknya. Saya coba dorong-dorong, cowel-cowel, pencet-pencet tu CDDrive. Beberapa saat kemudian, alhamduillah jalan juga!
6. No 5 diulang setiap ganti CD sampai CD #4
7. Instalasi selesai, setting password, user normal dll. Lancar!
8. Cek-cek sebentar, langsung ke bagian yang paling penting. Setting network untuk mendapatkan Internet akses! Bagian ini menjadi bagian tersulit dan terlama dalam kisah saya bersama Linux hari ini. Applet program untuk mengkonfigurasi network pada XWin tidak berjalan sesuai keinginan. Sebagai contoh ketika saya ketik NetMask 255.255.255.0, kalau di tekan tombol OK, berubah lagi mengikuti nilai IP Address gatewaynya.. Bener2 harus sabar!Cah_gardoe saya tanyai, apa Fedora Core 9 seperti ini juga? Katanya tidak. Woalah, apakah ini beta version ya?? Kok bug ada di bagian aplikasi sepenting ini ini.
9. Jam 15.38 sore (lewat 1jam 8menit dari waktu jam pulang kantor), saya berhasil mengakses Internet untuk pertama kalinya lewat Linux. Alhamdulillah, selamat, Ded!

Tuesday, January 27, 2009

Deepfreeze, Suatu Mahakarya

Barangkali aplikasi Deepfreeze (DF) sudah dikenal selama bertahun-tahun oleh teman-teman admin windows, middle to expert user, bahkan beberapa regular user yang rajin mencoba-coba.

Sayapun demikian, bahkan boleh dikata cukup mengagumi produk perangkat utilitas ini. Bicara deepfreeze seperti menikmati suatu mahakarya seni. Kalau boleh saya membuat rangking program utilitas, maka saya akan menempatkan DF pada posisi puncak. Tak perlu ragu.

Penjelasan cara kerja aplikasi DF secara sederhana adalah mengembalikan kondisi suatu partisi drive (c:, d:, e:, dsb) harddisk Anda ke kondisi ketika komputer dimulai (boot). Tak perduli Anda menginstall/uninstal software, menghapus folder sistem, dimasuki virus, bahkan memformat harddisk Anda.. maka cukup restart komputer Anda maka, voila! Kembali seperti semula. Menarik bukan? Bahkan produk ini telah dibuat untuk beberapa platform populer seperti Windows, Windows Server, Mac OS dan Linux. Ah, surga. (setidaknya sampai saat ini)

Agar dapat bekerja optimal, DF biasanya diterapkan dalam sistem komputer yang harddisknya dibagi minimal 2 partisi. Idenya adalah kita akan mengaktifkan DF (frozen-mode) hanya pada partisi sistem saja (biasanya c:), sementara partisi data dan lainnya jangan dibuat "beku" sehingga kita bisa bekerja menambah, mengubah, atau menghapus data atau file pada partisi data tersebut. Jangan lupa, apabila terpaksanya kita akan menginstall software baru, non-aktifkan DF dulu (thawed-mode).

Itu saja? Tidak. DF cukup ringan sodara2x. Berbeda dengan kompetitornya yang lain, dia bekerja dalam level yang sangat.. sangat dalam dari sistem operasi. DF tidak menyimpan seluruh image dari harddisk tapi ia mencegat operasi harddisk, menempatkannya dalam harddisk virtualnya (lokasinya masih misteri buat saya), sehingga user bekerja seperti seakan-akan melakukan perubahan pada disk sistem, padahal tidak. Itu pula yang menyebabkan sistem dengan DF yang aktif tidak akan butuh defrag (kecuali pada partisi datanya), (hampir) bebas virus, dan bebas perawatan.

Mudah-mudahan Anda dapat membayangkan betapa nikmatnya ini bagi profesi technical support dengan client yang berjumlah puluhan, tanpa jaringan, dan tersebar sejauh radius 200m2.

Ada yang pernah punya pengalaman lucu2 dan unik dengan DF? Bug mungkin? Ada ide aplikasi DF ini bisa diterapkan buat apa? sharing yuk..

Kemerdekaan Indonesia Tahun 05 di Uang 100ribu

Iseng-iseng sambil tidur-tidur ayam , siang itu saya meneliti lembaran uang kertas pecahan 100 ribu satu-satunya di dompet. Sambil mbayangin kalo duitnya jadi berlipat-lipat sampe bertril-tril mengalahkan hartanya orang-orang Cendana. "Wah pasti desaku akan kubangun, jalan-jalan becek dikeraskan, akan kubuat Ruang Terbuka Hijau (bukan sawah!) buat para keluarga kongkow-kongkow mempererat persaudaraan, kubuat papan koran di masjid supaya warga gak ketinggalan informasi, kubuat juga BLK hampir gratis untuk pemuda yang mengajarkan komputer internet, bahasa inggris dan keterampilan-keterampilan lainnya, lalu membangun kandang sapi+kambing bersama supaya tingkat kesehatan dan kebersihan kampung meningkat dan tingkat bau menurun (hehehe)".

Ditengah melamun itu, sebersit ekor mata saya menangkap ada yang salah kayaknya dengan uang ini. Ya, uang 100rb yang berisi teks proklamasi ini tampak wajar, tapi pada bagian akhir teks yang diketik Mr. Sajuti Melik ini tertulis, "Djakarta, Hari 17 boelan 8 tahoen 05"!

Loh, kok bissaa??? Masak kita merdeka tahun 05? Maksudnya 2005? atau 1905? Huh, apakah ini salah cetak ? Atau Sajuti salah ketik ?

Sekejap saya agak ge-er membayangkan saya jadi penemu kesalahan cetak di pecahan 100ribu. Nama saya masuk koran-koran, lalu akhirnya banyak produser datang untuk menawarkan ini-itu job dan tril-tril tadi datang ke kocek saya. Huehehehe..

Saya mencoba keluar dari dalam kolam impian ngawur saya (mimpi emang enak). Ah, pasti ada penjelasan dari hal ini, pikir saya. Sayapun kemudian bertanya pada Mbah "Si Segala Tahu" Google. Dari sana beliaupun menyarankan saya untuk meramban ke suatu laman yang menjelaskan bahwa teks proklamasi itu menggunakan tahun dalam penanggalan Jepang kuno yaitu dari Jaman Meiji. Yah, maklumlah kita punya sejarah kelam dijajah Jepang. Mungkin kalau dijajah Inggris nasibnya akan lebih baik seperti negara-negara commonwealth ex colony.

Penanggalan Tuan Meiji ini mempunyai tahun lebih cepat 660 tahun. Jadi kalau kita merdeka tahun 1945 maka bila ditambah 660 menjadi 2605. Jadi itu dia maksudnya 05 yang artinya kependekan dari 2605. Yah, gak jadi masuk koran deh... ^_^